Menu
Your Cart
Hi Grobmart Friends, sehubungan dengan libur Lebaran, Grobmart akan melayani seluruh pengiriman secara bertahap di tanggal 7 April 2025 ya. Untuk pemesanan tetap dapat dilakukan yaa

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (HC)

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (HC)
100% ORIGINAL
Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (HC)
Rp90,000
Rp63,000
Hemat Rp27,000 (30%)
Pengiriman Ke DKI JAKARTA
Ongkos Kirim Rp 0
Khusus member Grobprime (GRATIS TRIAL)
JOIN

Deskripsi

Tak ada jalan
dan tak ada pulang
kita di atap langit
nun di bawah rata belaka
suatu saat biru
di saat lain merah kesumba.

Jadi kau tidak ingat lagi
tak percaya lagi
akan jalan pulang?

Apakah pergi harus
juga pulang?
apakah pergi
harus juga berpikir
untuk pulang?
Apakah pulang hanya ada
kalau kita pergi?
Apakah pulang
dan pergi harus berpasangan?
Jumlah Halaman : 112
Tanggal Terbit : 10 Feb 2020
ISBN : 9786020638331
Penerbit : GPU
Berat : 132 gr
Lebar : 13 cm
Panjang : 16 cm

Ulasan

Milky17/10/2021

Bagus sekali bukunya dan pengiriman nya juga aman dan bagus. Paket sampai dengan selamat. Dilengkapi dengan pengiriman yang bagus. Bagus bagus bagus bagus

Andina17/08/2021

Sumpah bukunya keren banget, ga nyesel beli. Apalagi beli di grobmart pengemasannya aman, ongkirnya murce sekali. Jadi suka banget kalo beli buku di sini.

Surya ningsih hasibuan 10/04/2021

Kolaborasi 2 penulis mastah... Penulisan tiap puisi yg memang harus handal untuk memahami maknanya.. recommended sih, buat yg lagi nambah ilmu tentang kepenulisan puisi..

Eunoia Serendipiti24/07/2020

Jika sedang bingung mencari buku puisi yang dapat menjadi referensi inspirasi ide maka buku ini recomended untuk di baca. Kolaborasi antara 2 penulis hebat; Sapardi Djokodamono & Rintik Sedu. Meski lintas generasi namun karyanya sangat bagus serta serasi bahkan kata-kata aksara yang indah sudah lekat dengan sastra.

Mida Siti Latifah23/07/2020

Mungkin saya temasuk pembaca yang kurang menyukai tantangan. Dalam arti, saya lebih menyukai membaca karya penulis yang sudah saya tahu kapasitasnya dari pada membaca karya penulis yang belum pernah saya baca karyanya.

Memang selalu ada yang pertama untuk setiap hal. Jika suatu ketika saya membaca karya seorang penulis yang baru saya kenal, pasti ada sesuatu yang membuat saya merasa karyanya perlu dibaca. Sebut saja ada peran insting ketika saya memutuskan membaca sebuah buku.

Demikian juga dengan buku ini. Siapa yang tak kenal nama SDD. Meski bukan fans berat puisi, nama beliau bisa dianggap sebagai jaminan mutu sebuah karya. Baik buku puisi, novel, bahkan jika beliau menulis buku memasak sekalipun hasilnya akan berbeda!

Namun Rintik Sedu? saya tidak punya gambaran siapakah dia. Karena banyak sahabat yang ramai membahas kolaborasi ini, maka saya putuskan untuk membaca. Apalagi menurut para sahabat, Rintik Sedu menyebut ini sebagai Mahakarya.

Selain ilustrasi yang cantik, saya merasa kehilangan "aura" karya seorang SDD. Ada yang hilang saja walau karyanya tetap bisa menarik. Membaca proses kreatif terbitnya buku ini, saya jadi paham kenapa seakan ada yang raib bak tertiup angin.

Kolaborasi terjadi dengan cara yang unik. Satu bercerita, yang lain mendengarkan dan meramu menjadi sebuah tulisan, puisi tepatnya. Bukan sebuah proses yang luar biasa. Beberapa sahabat sering mengangkat curhat yang ia dengar menjadi sebuah kisah. Inspirasi bisa muncul dari mana saja.
Dan saya jadi terus makna kata Mahakarya yang disebutkan Rintik Sendu.

Tulis Ulasan

Silahkan login atau daftar untuk mengulas