Thessa | 07/03/2021 |
Membaca ini membuka mata saya, ternyata kesenjangan gender itu nyata adanya. Wajar sekali kalau Kim Ji-yeong sampai depresi dibuatnya. Beruntunglah kita dilahirkan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Keluarga yang tidak membeda-bedakan, atau mungkin buat teman-teman wanita yang sudah bekerja tapi memperoleh perlakuan setara sesuai kinerja (bukan gender), dan hal-hal lainnya. Jadi tentu saja buku ini sangat saya rekomendasikan agar kita bisa lebih bersyukur dengan kondisi kita yang sudah ada. |
Rastya Sekar Fadiyah | 08/06/2020 |
Di tengah kuatnya budaya patriarki yang menjadi tema buku ini, Kim Ji-yeong dan beberapa tokoh perempuan lainnya ngajarin kita untuk berani memiliki pilihan sendiri. Tapi, di antara pilihannya, perempuan sering dihadapkan pada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan untuk tetap memegang atau melepaskan pilihannya tersebut. Membaca buku ini sama dengan belajar menjadi perempuan yang lebih berani dan kuat. |
fatimah nur aini | 31/05/2020 |
Buku ini recommended bgt sih buat dibaca, apalagi buat para wanita. Memberikan gambaran, perubahan dari seorang anak gadis yang akan tumbuh menjadi seorang ibu dan istri. Dan juga, untuk endingnya aku suka sekali dan rahasia... Heheehhe... |
Fatimah Nur Aini | 31/05/2020 |
Recommended banget buat dibaca, apalagi buat perempuan. Karena aku yakin mereka pasti akan mengalami ini. Ya, anak gadis akan tumbuh menjadi seorang ibu dan istri. Itu akan terjadi bukan? Jadi bacalah, dan aku sangat tidak percaya bahwa di novel ini, kita lah yang menentukan akhir dari sebuah cerita. Bukankah itu menarik? Sangat! Lalu apa yang kau tunggu? Bacalah novel ini sekarang juga! |
ashla Lubis | 27/04/2020 |
Baca ini grgr podcastnya home coming mbak Leila Chudori, dan ternyata emg se-WOW itu. Ngomongin budaya patriarki di Korea sana. |